Lembaga Warkop DKI Desak Pihak Warkopi Minta Izin Lebih Dulu: Mencegah Terlukanya Hati Keluarga

Respons Lembaga Warkop DKI soal kemunculan Trio Warkopi mirip Dono, Kasino, Indro. Baru baru ini heboh grup bernama Warkopi yang beranggotakan tiga orang mirip Warkop DKI. Akan tetapi kemunculan Warkopi menuai polemik dari pihak Warkop DKI sebagai pemilik HAKI yang sah.

Lantas Ketua Lembaga Warkop DKI sekaligus putri almarhum Kasino, Hanna Sukmaningsih buka suara. Hal tersebut disampaikan dalam video yang diunggah di YouTube Cumicumi, Selasa (21/9/2021). Hanna blak blakan meminta agar pihak Warkopi menghormati dan memiliki tata krama.

Sehingga mereka bisa berkreasi dengan baik tanpa menyinggung perasaan siapapun. "Kami mengimbau untuk berkreasi dengan menghormati hak kekayaan intelektual dan tata krama," kata Hanna. Lantaran Warkopi telah membuat konten yang memiliki kemiripan dengan karakter Warkop DKI.

Bahkan, ketiga orang yang mirip Dono, Kasino, Indro sudah muncul di beberapa televisi swasta. Sehingga Hanna menilai pemilihan nama grup Warkopi disengaja agar mirip dengan Warkop DKI. "Warkopi telah membuat beberapa film pendek, di media YouTube atau Instagram."

"Menurut kami penggunaan nama Warkopi bukan tanpa tujuan, nama tersebut dibuat mirip," tuturnya. Kendati demikian, Hanna memberikan apresiasi kepada kreativitas dari pihak Warkopi. Namun ada yang disayangkan, di mana Warkopi tidak meminta izin terlebih dahulu pada Lembaga Warkop DKI.

Hanna menerangkan padahal pihaknya memiliki Hak Kekayaan Intelektual atau HAKI secara resmi. "Tapi patut disayangkan Warkopi sama sekali belum memperoleh atau meminta izin." "Lembaga Warkop DKI adalah pemegang hak eksklusif yang sah atas nama merek Warkop DKI," terang Hanna.

Tak sampai di situ, Hanna juga menyinggung soal etika yang tidak diindahkan oleh Warkopi. "Serta secara etika, adalah layak dan tidak berlebihan apabila Warkopi dapat meminta izin terlebih dahulu." "Guna mencegah terlukanya hati keluarga personel Warkop DKI dan Indro Warkop," tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Hanna turut menjelaskan aktivitas Warkopi yang ternyata belum diizinkan Warkop DKI. Ternyata Patria TV yang menayangkan konten Warkopi sudah sempat berkomunikasi dengan manajemen Indro Warkop. Meski begitu, manajemen Indro Warkop mengatakan yang memiliki hak Warkop DKI adalah sebuah lembaga.

"Pada tanggal 24 Agustus, itu ada virtual meeting antara pihak dari Patria TV dengan manajemennya Om Indro." "Di situ mereka minta ketemu langsung dengan Om Indro," jelas Hanna. Namun belum sempat meminta izin, Warkopi malah sudah tampil di beberapa acara stasiun telebisi.

"Jadi Patria TV diminta mengirim email dan minta izin dulu ke lembaga untuk mau jalan," ungkap Hanna. "Tanggal 6 September mereka sudah tampil di OVJ Trans 7, tanggal 9 September di Trans TV acara Brownies." "Saya terima email tanggal 10 September, jadi kita bilang mereka sudah tampil dulu," imbuhnya.

Padahal sebelumnya pihak manajemen Indro Warkop DKI sudah mengimbau Warkopi tidak tampil lebih dulu. Manajemen Indro Warkop menyarankan Warkopi atau pihak Patria TV meminta izin ke Lembaga Warkop DKI. Hanna melanjutkan sudah meminta kejelasan dari pihak Warkopi soal keingian bertemu langsung.

Akan tetapi beberapa pertanyaan yang disampaikan lewat email tidak dijawab oleh Patria TV. "Lalu kita balas di tanggal 13 September, intinya di situ kita tanya dulu apa yang mau dibahas." "Tanggal 17 September mereka kirim email lagi, tanpa menjawab pertanyaan kita," lanjut Hanna.

Artikel ini merupakan bagian dari KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.